My Photo

October 2007

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31      

Photo Albums

Dengarlah Aku Berdoa

Hentikan dongeng surga kalian a
ku mulai muak mendengarnya
lebih baik diam saja
dan dengarlah aku berdoa:

"Tuhan, dunia ini sudah semakin ganjil
langit lupa akan birunya
tanah lupa akan suburnya
air lupa akan jernihnya
udara lupa akan segarnya
hewan lupa akan rumahnya
manusia lupa akan isi kepalanya
Masih pantaskah mereka mengharap surga,
padahal di bumi ini mereka telah mendirikan neraka?
Tuhan maafkan aku yang selalu mengeluh
maafkan aku yang cuma bisa menggerutu
Amin!"

Nah, sekarang teruskan dongeng surga kalian
aku mau pulang sekarang.

[ngambil dari tukangtidur.multiply.com]

                            

--------

Aku hanya tau semua ini terlanjur terjadi
tidak bisa kuundur
juga dirubah
hanya -mungkin- bisa dihapus beberapa bagian saja
tapi selebihnya, tetap saja tetap!

Entahlah,
tidak mungkin ada pertanyaan mengapa
karna jawabannya entah dimana
mungkin juga lebih baik tidak bertanya ada apa
karna semua juga tanpa rencana

Tapi memang benar
tidak bisa dipungkiri lagi
rasanya memang seperti itu
kamu benar
seperti aku juga membenarkannya

Dan untuk itu,
maafkan aku...

[sept8]

SEBELUM CAHAYA

Kuteringat hati yang bertabur mimpi
kemana kau pergi, cinta...
Perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cintaa...

Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta...

Kekuatan hati yang berpegang janji
genggamlah tanganku cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
temani hatimu cinta...

Teruntuk seorang teman yang telah tertidur dengan pulas. Karna engkau pernah menjagaku saat aku tidak terjaga. Tidurlah dengan tenang, karna engkau berarti bagiku dan bagiku..:)

Outbound Jaius...

WOW...!!

Loncat2 tali, nyebur lumpur, merangkak di sungai berbatu, lewat jembatan takeshi... kepleset parit, kejebur sungai...

Melelahkan siy, tapi bener2 wow!! bener2 akan jadi kisah indah di masa depan. akan kuceritakan pada anak2ku betapa nikmat otbon kali ini. berbeda dengan saat di malang yang ber-otbon di hutan2 atau yg laen, ini bener2 otbon di kampung2. jalannya muter mulu :P

Serunya pas lomba nangkep belut. di tengah lumpur diliat anak2 kecil. wew! berasa seperti bermaen. lepas. lugas. bisa tertawa sangat lepas. bahkan langsung duduk terkulai di lumpur. hal yang aneh utk "ukuran orang" kayak aku. maksudnya karena aku... bla bla bla :P bukan karena tidak biasa, tapi karena saking biasanya otbon naek2, ini diajak otbon sungai jadi agak gimana.

Hasilnya... luka cukup memar di siku dua tangan. ada beberapa garis luka. di kaki juga ada garis2 luka. badan rasanya wow! saking lelahnya malah gak mampu istirahat. bingung mulu gak bisa tidur. baca buku dibolak balik ganti2 juga tetep. huhh... kata squidqorld "MANUSIA ANEH.." :P

selamat malam, semua...
mata2 yang menjadi saksi betapa kita hari ini sudah menghias hari dengan lumpur2 persahabatan. minggu depan kita ketemu lagi di sana, insya Allahh...

lop zu olll...

Puisi Pablo

We have lost even this twilight
No one saw us this evening hand in hand
While the blue night dropped on the world
............

I remember you with my soul clenched
In that sadness of mine that you know

Where were you then?
Who else was there?
Saying what?
Why will the whole of love come on me suddenly
When I am sad and feel you are far away?

[Pablo Neruda]


-
just a poet! i like but its not been my case-

Damai

damai itu bukan kata
apalagi kalimat
damai itu ada
meski dalam ketiadaan juga
tapi yg pasti...
damai itu hidup
hidup itu damai

lihatlah damai itu
pasti akan ada saat engkau ingin adanya
dan pergi saat engkau ingin perginya

damaikan damaimu
jangan biarkan damai ini pergii...

[tengkru inspirasinya : dari blog-nya mas tunjung :P sok kenal aku ni :D]

SAYA BELAJAR

SAYA BELAJAR, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya, saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai

SAYA BELAJAR, bahwa sahabat terbaik bersama saya, dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik

SAYA BELAJAR, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh, beberapa di antaranya melahirkan cinta sejati

SAYA BELAJAR, bahwa sebaik-baiknya pasangan itu, mereka pasti pernah melukai perasaan saya, dan untuk itu saya harus memaafkannya .....

SAYA BELAJAR, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan ....

SAYA BELAJAR, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya ....

SAYA BELAJAR, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya .....

SAYA BELAJAR, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai .....


SAYA BELAJAR, bahwa memerlukan waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya .....

SAYA BELAJAR, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian pada saya .....

SAYA BELAJAR, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya .....

SAYA BELAJAR, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain, kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus .....

SAYA BELAJAR, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda .....

SAYA BELAJAR, bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua memerlukan proses pertumbuhan kecuali saya ingin sakit hati .....

SAYA BELAJAR, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis .....

SAYA BELAJAR, bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya ....

@@@@@

Kuambil ini dari situs sebelah. entah punya siapa...
dan kita akan belajar, prend!

Sayap Yang Tidak Akan Pernah Patah...

Mari kita bicara tentang orang-orang yang patah hati. Atau kasihnya tak sampai, atau cintanya tertolak. Seperti sayap-sayap Gibran yang patah. Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwicjk tenggelam. Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka ‘majnun’, lalu mati. Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas ditempa takdir, atau layu tak berbalas.

Itu cerita cinta yang digali dari mata air air mata. Dunia tidak merah jambu disana. Hanya ada Qais yang telah majnun dan meratap di tengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung

O burung, adakah yang mau meminjamkan sayap
Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati.

Mari kita ikut berbelasungkawa untuk mereka. Mereka orang-orang baik yang perlu dikasihani. Atau, jika mereka adalah kamu sendiri, maka terimalah ucapan belasungkawaku, dan belajarlah mengasihani dirimu sendiri.

Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah. Kasih selalu sampai disana, Apabila ada cinta dihati yang satu, pastilah ada cinta di hati yang lain,” kata Rumi, “Sebab tangan yang satu tak kan bisa bertepuk tanpa tangan yang lain”. Mungkin Rumi bercerita tentang apa yang seharusnya. Sementara kita menyaksikan fakta lain.

Kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah, maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya, pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki: Selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai. Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat: kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah atau melankolik saat kasih kandas karena takdir-Nya. Sebab disini kita justru sedang melakukan sebuah “pekerjaan jiwa” yang besar dan agung: mencintai.

Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak, yang sesungguhnya terjadi hanyalah “kesempatan memberi” yang lewat. Hanya itu. Setiap saat kesempatan semacam itu dapat terulang. Selama kita memiliki cinta, memiliki “sesuatu” yang dapat kita berikan, Maka persoalan penolakan atau ketidaksampaian, jadi tidak relevan. Ini hanya murni masalah waktu. Para pecinta sejati selamanya hanya bertanya: “Apakah yang akan kuberikan?” Tentang kepada “siapa” sesuatu itu diberikan, itu menjadi sekunder.

Jadi tidak hanya patah atau hancur karena lemah. Kita lemah karena posisi jiwa kita salah. Seperti ini: kita mencintai seseorang, lalu kita menggantungkan harapan kebahagiaan hidup dengan hidup bersamanya! Maka ketika dia menolak untuk hidup bersama, itu lantas menjadi sumber kesengsaraan. Kita menderita bukan karena kita mencintai. Tapi karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita pada kenyataan bahwa orang lain mencintai kita.

Beberapa Jenak Jejak

Aneh...
memang kadang semua bisa terasa sangat aneh
saat tiba2 terasa ada sesak yg beranak pinak
atau tiba2 begitu luang seluang2nya

hhh...
sudah ada jejak yg terpijak
disini juga disana
meski tidak semua tidak terpijak rata
tapi begitu terasa pijakannya

Lantas aku disini
engkau disana
kalian disitu
kita disini...

Kalo saja genggam tangan kita terus satu
pasti angin tak lagi mampu membuat jatuh
atau paling tidak eratkan genggam kita
maka tak lagi bisa topan mengganggu
namun ternyata...
tangan kita cukup rapuh untuk bertahan
apalagi mempertahankan diri

Sebenarnya bukan tidak mampu
hanya saja...
ah! bahasa apalagi yg bisa kupakai untuk menulis

Bumi kita sudah seperti ini, kawan
jika dilihat dalamnya pasti seperti permukaan bulan
begitu banyak lobang dan lobang...
bermacam lobang yg membuat lobang
lobang lobang yg beragam dan beraneka nama dan rupa

Tapi kenapa genggam tangan kita makin melemah?
pasrah saja dengan pergerakan pisah

Lunglai
tanpa semangat

Tolong pertahankan aku
tolong sayangi aku
pedulilah padaku

Tunggu sebentar...
ada pijar api di sana
dan sepertinya
pijar itulah yg akan mempertahankanku
dalam ketenangan

[Ra!]

rasanya... wow!!

seperti... entah!!
tidak bisa tertulis
ada yg sangat tidak enak

dan biar pergi saja!
jauh
jauh sana...
jauh jauh dari sini!